UMRAH LAGI YUK …..

                                         spec-offer-animatedUMRAHIBUNDA8Promo Mei

depan rumah

 

kak setopromo april 14

sjd3

maret 14

spesial Rindu Baitullah

GU ym

output_weqsh0

Sungguh Merugi…

Orang Yang tidak menyegerakan Umrah & Haji

MARI BERSEGERA MELAKSANAKAN IBADAH UMRAH & HAJI

Saudaraku…….  Marilah kita mengkaji Beberapa Hadist Rasulullah saw  tentang keutamaan sholat di dua masjid beliau sebelum mengarah pada  ibadah  Umrah Dan Haji :

Rasulullah SAW bersabda, “Satu kali shalat di masjidku lebih utama daripada seribu kali shalat di tempat lain, selain Masjidil Haram. Sedangkan satu kali shalat di Masjidil Haram itu lebih utama daripada seratus ribu kali shalat di tempat lain.” (HR. Ibnu Majah: 1/450).

Ibnu Majah mengatakan bahwa nash (teks) inilah yang kini diyakini validitas dan kesahihannya oleh para ulama, dan tidak ada kontradiksi antara hadis ini dengan hadis sebelumnya.

dalam riwayat lain:

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah.

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)

Berdasarkan kedua hadist Rasulullah tsb. Kita dapat mengambil beberapa penafsiran yang akan memotivasi kita dalam memaksimalkan  seluruh potensi dan kesempatan yang Allah swt  berikan :

  1. Umur ( kesempatan umur yang Allah swt  berikan sudahkan kita maksimalkan dalam rangka mencapai ridhonya )
  2. Harta ( berupa rizki yang Allah swt  Karuniakan, sudahkah kita sisihkan untuk kepentingan perjuangan di jalan Allah ( Fi Sabilillah ) termasuk di dalam nya untuk berkunjung ke Baitullah.
  3. Kesehatan ( Nikmat kesehatan  sebelum datang masa sakit, sebagaimana kita tahu bahwa ibadah Haji dan Umrah adalah ibadah yang membutuhkan fisik yang prima )

Sehingga sangatlah merugi bila tiga kesempatan besar yang Allah swt berikan kepada kita saat ini tidak kita manfaatkan sebaik2nya untuk bisa berkunjung ke Baitullah.

Dari sisi perhitungan Matematis, marilah kita sama berhitung :

 

Sholat berjamaah satu tahun dimasjid selain Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

Sholat 5 waktu dalam satu tahun : 5 waktu X 365 hari X 27 derajat =  49,275 derajat

Sholat berjamaah di Masjid Nabawi ( 2 hari )

Sholat 5 waktu dalam 2 hari : 5 waktu X 2 hari X 27 derajat X 1000  =  270,000 derajat

Sholat berjamaah di Masjidil Haram ( 5 hari )

Sholat 5 waktu dalam 5 hari : 5 waktu X 5 hari X 27 derajat X 100,000  =  67,500.000 derajat

Kalkulasi matematis dunia diatas bisa kita peroleh bila dalam pelaksanaannya mengacu pada parameter keihlasan dan mengikuti tuntunan Rasulullah.

Bila umur kita misalkan  63 tahun dikurangi saat  memasuki usia baligh 15 th, maka praktis usia total yang bisa kita kalkulasi adalah 48 tahun.

Bila selama itu kita senantiasa menjaga sholat berjamaah di masjid diluar, maka nilai yang kita peroleh :

48 th X 49,275 derajat =  2,365,200 derajat maximal.

 

Dengan melakukan 9 hari perjalanan umrah : ( 2 hari perjalanan, 2 hari di Masjid Nabawi dan 5 hari di Masjidil Haram )

Total kalkulasi :

( Masjid Nabawi ) : 5 waktu X 2 hari X 27 derajat  X 1000      =      270,000  derajat

( Masjidil Haram ): 5 waktu X 5 hari X 27 derajat  X 100,000 =  67,500.000 derajat

Total dalam 9 hari perjalanan umroh  :                                             67,770,000 derajat

Atau setara dengan 1,375 tahun beribadah, belum lagi kalau kita tambah dengan ibadah sunnah yang lain.    Subhanallah . . . begitu besarnya nilai yang kita dapatkan.

wallahu a’lamu bishowab

Nah saudaraku……..Mari kita berupaya sekuat tenaga untuk menggapai keutamaan ini selagi umur, rizki dan kesehatan masih Allah swt berikan.

 

MARI BERSEGERA MELAKSANAKAN IBADAH UMRAH DAN HAJI

 

Mau UMRAH ?………………………  Daftarkan segera diri dan keluarga anda,  kami siap membantu

 

SALAM BAITULLAH

By. Admin Umrahibunda.com

 

 

AYO UMRAH ….. siapa takut !!!

YM umrahibunda

doa tawaf wada'

VISA UMRAH

Jakarta (MCH). Heboh terkatung-katungnya sejumlah jemaah umrah Indonesia karena tak keluarnya visa dari Arab Saudi terbantah. Sebab, Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan visa umrah lebih dari 150.000 sejak musim umrah tahun ini. Meskipun tak dijelaskan untuk negara mana saja visa umrah itu telah diberikan. Selain itu, hotel dan kamar apartemen di Mekah telah menyaksikan hunian hingga 100 persen.

Menurut sebuah sumber, penghasilan dari pelayanan umrah diharapkan bisa mencapai SR12 milyar (sekitar Rp 32 trilyun) pada akhir tahun ini. Musim puncak untuk umrah adalah bulan Ramadan. Peningkatan hunian tidak terbatas pada hotel lima-bintang atau hotel bintang tiga tapi juga pada kamar-kamar apartemen di kawasan pusat Mekah. Menurut pengamat bisnis umrah yang dikutip harian Arab News edisi Rabu, 3 Maret kemarin, layanan yang ditawarkan oleh perusahaan umrah telah memainkan peran besar dalam menarik sejumlah besar jemaah tahun ini. Hal ini akan sangat membantu mereka mengimbangi kerugian yang diderita tahun lalu akibat resesi global dan dampak flu babi.

Diharapkan, jemaah yang tidak bisa datang berhaji karena pembatasan flu babi tahun lalu akan datang untuk melakukan umrah tahun ini.

Menurut seorang pengamat bisnis yang lain, diperkirakan akan datang 3,3 juta jemaah umrah tahun ini. Dia menambahkan bahwa perusahaan umrah akan memanfaatkan bangunan yang digunakan untuk menampung jemaah haji untuk menampung jemaah umrah tahun ini, seperti di Aziziyah, Kudai, Jarwal dan Misfala.

Menurut Wael Abdul Hameed, penyelenggara umrah, hanya 60 dari 1.000 hotel di Mekah yang telah diberi lisensi akomodasi untuk jemaah umrah. Sebagian mereka gagal memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Komisi Nasional Arab Saudi untuk Pariwisata dan Purbakala. “Beberapa izin hotel ini hanya dapat menampung 10 persen jemaah umrah,” katanya.

Menurutnya pula, sekitar 40 perusahaan umrah telah keluar dari bisnis ini. Tapi, hal ini tak mempengaruhi pelayanan jemaah. “Hanya ada 15 perusahaan yang tidak diperpanjang karena beberapa jemaah mereka overstay,” katanya.

Menurut Abdul Hameed, ada peningkatan dalam kualitas layanan yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan ini. “Perusahaan umrah telah belajar dari kesalahan masa lalu dan ingin menghindari kesan negatif. Mereka sekarang berusaha untuk meraih kepercayaan dari klien dengan menyediakan layanan terbaik,” katanya. “Mereka sekarang menyadari bahwa hanya melalui layanan terbaik mereka bisa mendapatkan lebih banyak klien,” kata Abdul Hameed, seperti dikutip harian Arab News. (MH)  artikel informasihaji.com